Mencangkok Pohon dengan Tanah yang Tak Biasa

Sobat-sobat hijau, apakah kalian penasaran cara mencangkok pohon dengan tanah? Ternyata, mencangkok dengan tanah itu bukan cuma seni tradisional, tapi juga teknik yang efektif untuk membuat tanaman baru dari indukan yang unggul. Nggak pakai ribet, siapa pun bisa melakukannya, termasuk para pemula di dunia berkebun. Yuk, kita bahas step by step-nya supaya pohon hasil cangkokanmu tumbuh sehat dan subur!

Persiapan Pencangkokan

Sebelum mencangkok pohon, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Pertama, pilih pohon induk yang sehat dan subur. Pastikan pohon memiliki batang yang kokoh dan tidak terdapat hama atau penyakit. Selanjutnya, siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain pisau tajam, sekam bakar atau cacah pakis, plastik atau sabut kelapa, dan tali pengikat.

Pilih Cabang yang Tepat

Pemilihan cabang yang tepat sangat penting untuk keberhasilan pencangkokan. Cabang yang baik untuk dicangkok adalah cabang yang berdiameter sekitar 1-2 cm, tidak terlalu muda atau terlalu tua, serta memiliki jarak antar ruas yang rapat. Hindari memilih cabang yang berlubang, bercabang, atau terdapat benjolan.

Setelah semua persiapan selesai, kamu bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya, yaitu membuat sayatan pada batang pohon.

Metode Pencangkokan dengan Tanah

Sobat-sobat pecinta tanaman, salah satu cara perbanyakan tanaman yang cukup populer adalah pencangkokan. Metode ini bisa dilakukan dengan berbagai media, salah satunya menggunakan tanah. Tenang aja, walaupun namanya cangkok tanah, prosesnya nggak bikin tanah jadi berantakan kok. Penasaran kan? Yuk, kita bahas lebih lanjut.

Pemilihan Batang dan Pembuatan Sayatan

Langkah pertama dalam pencangkokan dengan tanah adalah memilih batang yang sehat dan sudah berumur minimal setahun. Buat sayatan melingkar pada batang, sekitar 2-3 cm dari pangkal dahan. Sayatan ini bertujuan untuk memutus aliran nutrisi dari pohon induk, sehingga nantinya bakal akar akan tumbuh dari sayatan tersebut.

Pembungkusan Sayatan dengan Tanah

Sekarang bagian yang seru nih! Siapkan campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Celupkan sabut kelapa ke dalam air agar lembap, lalu bungkus tanah di sekitar sayatan batang. Pastikan tanah menempel dengan baik dan cukup lembap untuk menjaga kelembapan akar yang akan tumbuh.

Perawatan Cangkokan

Setelah membungkus sayatan, jangan lupa untuk merawat cangkokan dengan baik. Jaga kelembapan tanah dengan menyiramnya secara teratur. Hindari terlalu banyak menyiram karena dapat menyebabkan pembusukan akar. Setelah 2-3 bulan, akar baru biasanya sudah cukup kuat untuk dipisahkan dari pohon induk. Selamat, kalian sudah berhasil mencangkok pohon dengan tanah!

Perawatan Pasca Pencangkokan

Setelah cangkokan berhasil, perawatan yang tepat sangat penting untuk memastikan keberhasilan pencangkokan. Berikut adalah beberapa tips perawatan pasca pencangkokan:

Penyiraman

Siram cangkokan secara teratur, terutama pada hari-hari pertama setelah pencangkokan. Gunakan air secukupnya untuk membasahi tanah, tetapi jangan sampai terlalu basah.

Pemupukan

Setelah sekitar 2-3 minggu setelah pencangkokan, mulailah memberikan pupuk cair dengan dosis yang ringan. Gunakan pupuk yang seimbang, seperti NPK 10-10-10.

Perlindungan dari Matahari

Lindungi cangkokan dari sinar matahari langsung, terutama pada siang hari. Gunakan naungan atau letakkan cangkokan di tempat yang teduh.

Perlindungan dari Hama dan Penyakit

Perhatikan adanya tanda-tanda hama dan penyakit pada cangkokan. Segera atasi dengan insektisida atau fungisida yang sesuai.

Keuntungan dan Tantangan Pencangkokan dengan Tanah

Mencangkok pohon dengan tanah memang menarik, bukan? Tapi, seperti kata pepatah “ada gula, ada semut”, cara ini pun punya sisi untung dan ruginya. Yuk, kita bahas satu-satu!

Keuntungan Pencangkokan dengan Tanah

Mudah dan Murah

Udah pasti, dong! Nyari tanah kan gampang, tinggal gali aja di sekitar kita. Nggak perlu beli peralatan mahal juga. Cukup pake pisau atau silet buat ngupas batang.

Tantangan Pencangkokan dengan Tanah

Risiko Kegagalan Tinggi

Sayangnya, mencangkok pake tanah tuh risikonya lumayan tinggi. Tanah yang terlalu kering atau basah bisa bikin akar sulit tumbuh. Belum lagi kalau ada hama atau penyakit yang ikutan nimbrung.

Pertumbuhan Lambat

Berbeda dengan mencangkok pake arang sekam, pertumbuhan akar saat mencangkok dengan tanah cenderung lebih lambat. Soalnya, tanah nggak bisa menyerap air dan udara seefektif arang sekam.

Tanaman Mudah Busuk

Harus hati-hati saat mencangkok dengan tanah. Kalau terlalu banyak atau terlalu padat, air bakal numpuk dan bikin batang gampang busuk. Sebaliknya, kalau tanah kurang, akar bakal kesulitan menyerap makanan dan air.

Nah, setelah membaca penjelasan di atas, kalian pasti sudah paham banget kan cara mencangkok pohon dengan tanah? Udah nggak pakai pusing lagi deh ngelihat tanaman kesayangan nggak bisa berkembang dengan baik. Cukup ikuti langkah-langkah mudah yang tadi udah dijelasin, dijamin tanaman kalian bakal tumbuh subur dan bikin halaman rumah makin kece. Jadi, tunggu apalagi? Langsung aja terapkan cara mencangkok pohon dengan tanah ini dan nikmati keindahan tanaman yang semakin memukau!

Leave a Comment