Sihir Mencangkok Pohon Jeruk Bali

Sobat hortikultura, apakah kamu sedang kebingungan mencari cara mencangkok pohon jeruk bali? Jangan khawatir, aku bakal kasih tahu cara lengkapnya. Mencangkok adalah teknik ampuh untuk memperbanyak tanaman yang berbuah bagus seperti jeruk bali. Dengan mencangkok, kamu bisa menghasilkan tanaman baru yang sifatnya sama persis dengan induknya. Jadi, nggak perlu ribet beli bibit baru lagi deh. Yuk, ikuti langkah-langkahnya dan bersiaplah memanen jeruk bali segar dari hasil cangkokanmu sendiri!

Langkah-langkah Mencangkok Jeruk Bali

Mencangkok jeruk bali itu nggak susah, Sob! Tinggal ikutin langkah-langkah ini aja:

1. Pilih Batang yang Tepat

Pilih batang jeruk bali yang sehat, nggak berpenyakit, dan diameternya sekitar 1-2 cm. Batang yang bagus biasanya ada di bagian tengah pohon, bukan di ujung atau pangkal. Soalnya, bagian yang tengah kandungan nutrisinya lebih banyak.

Selanjutnya, bersihkan batang dari daun dan ranting yang nggak perlu. Bikin keratan melingkar di batang dengan lebar sekitar 2-3 cm, jangan terlalu dalam ya, nanti batang bisa patah.

2. Siapkan Media Tanam

Media tanamnya bisa tanah subur yang dicampur sama sekam padi atau pasir dengan perbandingan 1:1:1.

3. Tanam Batang yang Dicangkok

Isi plastik atau wadah pencangkokan dengan media tanam. Tanam batang yang udah dicangkok ke dalamnya, posisi keratan menghadap ke atas. Padatkan media tanam supaya batang nggak goyang.

4. Rawat Sampai Berakar

Simpan hasil cangkokannya di tempat yang teduh dan lembap. Siram secara teratur biar media tanamnya nggak kering.

Kalau batang udah berakar, biasanya setelah 2-3 minggu, kamu bisa pisahkan dari pohon induk dan tanam di tempat yang baru.

Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum mulai mencangkok, kamu perlu menyiapkan beberapa alat dan bahan. Jangan paksakan diri kalau nggak ada, cari aja yang mirip-mirip.

Pisau Tajam

Penting banget punya pisau yang tajam. Kalau nggak, kamu bakal kesulitan menguliti batang pohonnya dan hasil cangkokannya jadi kurang bagus. Cari pisau yang tajam dan nggak berkarat biar nggak infeksi.

Plastik atau Sabut Kelapa

Ini buat ngebungkus sambungan cangkokan. Pilih yang lentur dan bisa menahan kelembapan, seperti plastik bening atau sabut kelapa serabut. Kalau pakai plastik, bolongin kecil-kecil biar ada sirkulasi udara.

Tali Rafia

Tali rafia ini buat ngikat sambungan cangkokan. Pilih yang kuat dan nggak gampang putus. Jangan terlalu kencang ngikatnya, nanti batangnya malah kecekik.

Tanah Subur

Tanah yang dipakai buat media tanam cangkokan harus subur dan porous. Campurin tanah dengan pupuk kandang atau kompos biar nutrisinya tinggi.

Air Bersih

Siram cangkokan secara teratur pakai air bersih. Jangan kebanyakan, tapi juga jangan sampai kekeringan.

Pemilihan Batang Entres

Nah, udah ngerti kan kenapa mesti nyangkok? Sekarang kita bahas cara nyangkoknya, dimulai dari pemilihan batang entres.

Problem

Kamu pasti bingung milih batang entres yang bagus kan? Tenang, ada triknya kok.

Agitate

Batang entres yang baik itu harus sehat, nggak ada penyakit atau hama, dan ukurannya pas. Terus, dari pohon induk yang umurnya udah cukup tua dan pernah berbuah.

Solution

Kalau udah nemu batang yang memenuhi syarat, potong sekitar 10-15 cm. Pastikan potongannya miring biar nanti bisa nempel sempurna ke batang bawah.

Batang entres ini bakal jadi sumber pertumbuhan tunas dan buah yang baru di pohon yang dicangkok. Jadi, pilih yang bener-bener berkualitas ya.

Perawatan Setelah Pencangkokan

Setelah pencangkokan, menjaga kesehatan pohon jeruk bali sangat penting. Nah, berikut tips merawat pohon jeruk bali yang baru dicangkok:

1. Penyiram Dasar

Siram bagian bawah pohon secara teratur, jangan sampai terlalu basah atau terlalu kering.

2. Naungan Sebagian

Lindungi cangkokan dari sinar matahari langsung dengan memberikan naungan sebagian, terutama pada siang hari.

3. Hindari Pemupukan

Jangan memupuk cangkokan selama beberapa minggu pertama setelah pencangkokan, karena dapat mengganggu pertumbuhan akar.

4. Perhatikan Kesehatan Secara Rutin

Periksa cangkokan secara teratur untuk memastikan tidak ada tanda-tanda infeksi atau serangan hama. Segera obati jika ditemukan masalah.

  • Jika muncul jamur atau bakteri, gunakan fungisida atau bakterisida yang sesuai.

  • Jika ada hama, seperti kutu daun atau tungau, gunakan insektisida yang aman untuk tanaman.

  • Jaga kebersihan area sekitar cangkokan dengan membuang daun atau ranting yang jatuh untuk mencegah penyakit.

Nah, itulah cara mencangkok pohon jeruk bali yang bisa dicoba di rumah. Dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan, kamu bisa menciptakan pohon jeruk bali baru dari pohon induk yang sehat dan berbuah lebat. Tidak perlu beli bibit baru, kan? Lumayan buat menghemat pengeluaran, kan? Dan yang paling penting, kamu bisa menikmati hasil cangkokan tangan sendiri. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya, Sobat!

Leave a Comment